REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifudin menyatakan potensi kerawanan pemungutan suara lewat metode pos untuk pemilih di luar negeri lebih tinggi dibanding metode lainnya. Ada tiga metode atau cara bagi pemilih di luar negeri untuk menyalurkan hak pilihnya. Potensi kerawanan di pos lebih tinggi dari yang lain," ujar Afifudin di kantor Bawaslu RI, Kamis (11/4). Komisioner KPU RI Viryan Azis mengatakan, pemilih di PPLN Kuala Lumpur, Malaysia didominasi penggunaan metode melalui pos. Ia mencatat, total pemilih mencapai 558.873 yang terdiri atas 301.460 pemilih laki-laki dan 257.413 pemilih perempuan.
Source: Republika April 11, 2019 18:22 UTC