© Disediakan oleh JawaPos Beda Soal Cuaca Ekstrem BRIN dan BMKG, Ini PenjelasannyaJawaPos.com – Prakiraan cuaca ekstrem dan badai dahsyat yang diembuskan peneliti klimatologi dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin dibantah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berkaitan dengan pihak mana yang lebih baik dipercaya terkait informasi kecuacaan, ia mengatakan bahwa BMKG lebih punya otoritas untuk mengumumkan pergerakan cuaca di Indonesia. “Kita berpusat pada BMKG karena bagaimana badan yang resmi untuk menginformasikan tentang kecuacaan kan BMKG, meskipun masukan dari BRIN diterima, tetapi acuan kita ke BMKG,” tandasnya. Diketahui bahwa sebelumnya peneliti klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menyampaikan ada potensi banjir besar di kawasan Jabodetabek karena badai dahsyat dan hujan ekstrem. Senada dengan Dwikorita, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab menyatakan bahwa hujan ekstrem mesti diwaspadai puncaknya di Jabodetabek tanggal 30 Desember 2022.
Source: Jawa Pos December 29, 2022 07:54 UTC