REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani menggambarkan keputusan AS mengenai Korps Pengawal Revolusi Islam atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai tindakan yang sangat provokatif, berbahaya, dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Rouhani mengatakan seandainya bukan karena pengorbanan IRGC, dua negara regional telah dikuasai ISIS sekarang. “Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sejauh ini telah mengabsahkan kepatuhan Iran pada kesepakatan tersebut sebanyak 14 kali,” kata Rouhani, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Iran, IRNA, Rabu (10/4). Sementara itu Macron, dalam percakapan telepon tersebut, mengatakan Prancis dan sekutu Eropa mengupayakan pelaksanaan penuh JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action). "Prancis mempertimbangkan perkembangan regional secara hati-hati dan melakukan yang terbaik untuk menjamin kepentingan Iran berdasarkan JCPOA," kata Macron.
Source: Republika April 10, 2019 14:48 UTC