JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi masyarakat Bangka era 1970-an hingga 1990 mungkin sangat familiar dengan wujud bus ini. Secara umum, hampir 80 persen interior bus ini menggunakan kayu, baik body dalam, tempat duduk, maupun pintu jendela. Taufik mengatakan kayu yang digunakan ialah kayu ubak, yang tahan panas dan tidak lapuk terkena air. "Selain kayu ubak, bisa juga kayu bangka yang lain, seperti kayu medang, kayu mentangor, dan kayu menggris," jelas Taufik pada KompasTravel. Anda bisa mencoba naik bus berbahan kayu ini dari PT Timah Indonesia Pangkal Pinang secara gratis.
Source: Kompas March 23, 2018 10:52 UTC