Dalam kontak senjata di Pulau Jolo, tim MNLF dipimpin Nur Misuari, tokoh yang berperan dalam pembebasan WNI pada kasus sebelumnya. Mereka mendesak pemerintah Filipina untuk aktif membebaskan 10 WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Rentetan kasus penyanderaan di Filipina, mendorong presiden Filipina Rodgrido Duterte untuk mengadakan pembasmian aksi kriminal, baik yang berhubungan dengan penculikan di laut, maupun kasus narkoba. Dalam bentrok saat negosiasi pembebasan sandera warga negara Indonesia tersebut, terdapat empat militan Abu Sayyaf yang tewas. TEMPO/Imam SukamtoTEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan adanya bentrokan antara Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dan kelompok Abu Sayyaf di perairan Sulu, Filipina Selatan.
Source: Koran Tempo August 11, 2016 16:30 UTC