JawaPos.com - Badan Eksekutif Maasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) memprotes keras soal surat larangan mengikuti aksi damai 4 November. Mereka menilai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menciderai demokrasi yang diatur dalam konstitusi negara. Mahasiswa yang juga menjabat sebagai Ketua BEM UNJ ini mengatakan, Presiden seharusnya bersikap bijak dan tegas. "Bukan justru menunjukan sikap keberpihakan terhadap pelaku yang merusak prinsip ke-Bhinekaan, nasionalisme, dan stabilitas sosial," beber dia. Sementara menyikapi aksi damai 4 November yang dipicu persoalan kasus dugaan penistaan agama, aliansi BEM SI mengeluarkan pernyataan sikap yakni, mengecam tindakan Basuki Tjahaja Purnama yang mengkebiri kebhinekaan dan semangat nasionalisme.
Source: Jawa Pos November 03, 2016 05:50 UTC