TEMPO.CO, Jakarta - Tardigrada, hewan terkuat di Bumi, ternyata memiliki kelemahan dan cukup mengejutkan bagi spesies yang diketahui bertahan hidup dalam ruang hampa udara, sebagaimana dilaporkan Popular Mechanics akhir pekan ini. Untuk studi mereka, para peneliti menganalisis tardigrada aktif dan kering di rentang waktu berkisar antara satu dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 50 persen tingkat kematian pada tardigrada aktif yang hanya memiliki waktu satu jam untuk menyesuaikan diri hingga 99 derajat Fahrenheit. Menurut penelitian, "tardigrada aktif secara metabolik rentan terhadap suhu tinggi, namun aklimatisasi dapat memberikan peningkatan toleransi." Studi ini menunjukkan bahwa ketika tardigrada terpapar pada suhu tinggi, beberapa protein tersebut menjadi tidak stabil dan terdenaturasi, sehingga membahayakan organisme.
Source: Koran Tempo January 18, 2020 23:26 UTC