FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Berdampak buruk pada daerah penghasil sawit, kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak goreng yang diumumkan Presiden Joko Widodo diperkirakan tidak akan berumur panjang. Andi memperkirakan, kebijakan larangan ekspor CPO itu akan berakhir setelah masa libur Lebaran. Selain merugikan petani sawit, Andi mengatakan, larangan ekspor CPO juga akan menguntungkan negara tetangga yang juga penghasil minyak sawit. “Dampak larangan ekspor minyak sawit mentah dan minyak goreng Indonesia akan menyebabkan penurunan harga domestik dan mendorong kenaikan harga di pasar lain seperti Malaysia,” tandasnyaDikatakan Andi, pelarangan ekspor CPO tidak akan memberikan dampak yang signifikan untuk menurunkan harga minyak goreng kemasan maupun curah di dalam negeri. “Perlu dicatat juga, didasarkan kebutuhan fisik, mininum untuk seorang buruh dengan istri dengan dua anak membutuhkan 0,78 liter minyak goreng seminggunya,” terangnya.
Source: Jawa Pos May 04, 2022 05:21 UTC