Seperti ditulis Kompas.com, Senin (12/3/2018), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) menyatakan bahwa hingga 2019 mendatang Indonesia kekurangan 190.997 lulusan sarjana teknik S-1 dan D3. Kekurangan terjadi karena lulusan lokal di bidang tersebut masih kurang kompeten dibandingkan dengan lulusan luar negeri sehingga tak terserap di industri. Ini terjadi karena adanya ketimpangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan sains dan teknik yang dihasilkan universitas. Salah satu contohnya seperti yang dilakukan Universitas Prasetiya Mulya di School of Applied STEM (Science Technology Engineering & Mathematics). Dengan demikian, kata dia, selain ahli dalam bidang STEM, mereka akan punya kemampuan berwirausaha sehingga bisa menghasilkan inovasi bisnis berbasis sains dan teknologi.
Source: Kompas July 25, 2018 01:04 UTC