JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) melaporkan perseroan membutuhkan dana sekitar USD 133 miliar, atau setara Rp 1.862 triliun (kurs 14.000). Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kebutuhan tersebut merupakan belanja modal selama 2020-2026. Pendanaan juga berasal dari saham, surat utang, dan perbankan. Nicke menuturkan, untuk tahun ini saja belanja modal yang dibutuhkan sekitar USD 6,2 miliar atau setara Rp 87 triliun. Pembahasan terakhir adalah, penerimaan negara sebelum dan sesudah Petral dibubarkan serta progres kegiatan digitalisasi SPBU kuartal-II.
Source: Jawa Pos June 30, 2020 14:26 UTC