Program ini diyakini dapat menekan impor minyak dan gas (migas) yang menyebabkan neraca perdagangan Indonesia defisit. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui, defisit migas masih besar. "Untuk pelaksanaan B-20 dan kenaikan impor migas, terutama pada bulan sebelum dilaksanakan B-20, kita akan lihat apakah itu tren atau anomali," kata Sri. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, impor migas perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Sebab, impor migas pada Agustus 2018 naik 14,5 persen menjadi 3,05 miliar dolar AS terhadap Juli 2018 (mtm).
Source: Republika September 18, 2018 07:52 UTC