REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Buldozer Israel bergerak pada Jumat (14/9) untuk menghalangi beberapa jalan menuju Desa Khan Al-Ahmar, Yerusalem Timur, dalam upaya mencegah pegiat Palestina mencapai desa tersebut. Perkelahian belakangan terjadi dengan tentara Israel yang berusaha memadamkan aksi pemrotes yang berkumpul di luar desa tersebut, dan tentara Israel menangkap tiga pemrotes, termasuk satu warga Prancis yang diidentifikasi sebagai Frank Romanio. Anak lelaki yang berusia di bawah umur tersebut, Shadi Abdel-Al, adalah korban tewas paling muda akibat tembakan Israel. Satu lagi orang Palestina, Hashem Hassan (28 tahun), mengatakan ia melihat Shadi Abdel-Al ditembak dalam jarak 70 meter dari pagar. Ketika ditanyakan mengenai meninggalnya Shadi Abdel-Al, seorang juru bicara militer Israel hanya mengatakan tentara berpegang pada peraturan untuk melepaskan tembakan.
Source: Republika September 16, 2018 13:41 UTC