Gerakan Jumat Berjilbab bentuk dukungan untuk komunitas Muslim. REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH – Pascaserangan teror yang terjadi di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, dukungan dan simpati terhadap komunitas Muslim terus mengalir. Gagasan ini datang dari Thaya Ashman, seorang dokter umum di Mt Eden yang telah memiliki hubungan lama dengan komunitas Muslim sejak ia menjadi sukarelawan sebagai dokter di Afghanistan. Ashman mengatakan, gerakan tersebut bertujuan untuk mendukung dan merasakan kesedihan yang dialami komunitas Muslim dan warga Selandia Baru umumnya usai tragedi mematikan pekan lalu. Presiden Asosiasi Muslim Selandia Baru Ikhlaq Kashkari menyebut gagasan itu sebagai ide yang bagus.
Source: Republika March 19, 2019 13:18 UTC