Dalam Kitab Miftah Daris Sa'adah, Ibn Qayyim Al-Jauziyah memberikan penjelasan mengenai betapa buruknya kondisi hati manusia yang telah terkunci dari memahami kebenaran. Hati yang terkunci akan menjadikan ilmu yang ber ada di dalamnya menjadi gelap, bahkan bekasnya mungkin saja lenyap. Lebih jauh Ibn Qayyim menjelaskan, hati yang ter kun ci akan membuat seseorang tersesat dan akhirnya hati menjadi rusak. Jika hati ternyata lebih sering mengabaikan bahkan me nolak dan membenci kebenaran, itu sama dengan menjadikan hati terkunci, yang pada akhirnya akal dan pemahaman terhadap ilmu dan kebenaran tercerabut sehingga tidak ada lagi yang bersemayam di dalam hati selain hawa nafsu. Ibn Katsir menafsirkan ayat tersebut bahwa siapa yang berpaling dari kebenaran (keimanan) kepada kekafiran maka mereka telah menjadikan hati terkunci, sehingga kekafiran dianggapnya jalan hidup yang baik.
Source: Republika April 19, 2019 03:56 UTC