REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri teknologi dunia diguncang ketegangan antara inovasi kecerdasan buatan (AI) dan hak kekayaan intelektual (IP). Raksasa teknologi asal China, ByteDance, menyatakan akan memperkuat sistem keamanan pada alat pembuat video AI mereka yang kontroversial, Seedance 2.0. Induk perusahaan TikTok ini menyatakan kepada BBC News bahwa mereka sangat menghargai hak kekayaan intelektual dan telah mendengar kekhawatiran yang berkembang terkait Seedance 2.0. "Akan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan saat ini seiring upaya kami mencegah penggunaan hak kekayaan intelektual dan kemiripan wajah tanpa izin oleh pengguna," jelas perwakilan ByteDance dilansir laman Variety pada Senin (16/2/2026). Seperti diberitakan sebelumnya, Disney melayangkan surat peringatan dan menuduh ByteDance melakukan aksi "perampokan" virtual terhadap IP milik mereka.
Source: Republika February 16, 2026 18:38 UTC