Pemangkasan biaya transaksi ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing bursa domestik sekaligus mendorong kenaikan volume transaksi dan pendalaman likuiditas pasar. Kebijakan penurunan biaya ini diumumkan Direktur Utama Bursa Kripto CFX dalam acara CFX Cryptalk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di CFX Tower, Senin (2/2/2026). Kenaikan frekuensi dan volume transaksi diharapkan dapat mengompensasi penyesuaian tarif, sekaligus membuka ruang bagi COIN untuk mengembangkan sumber pendapatan baru. Sejalan dengan itu, CFX juga menyiapkan pengembangan produk derivatif kripto untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas. Ade mengatakan, inovasi produk menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing pasar domestik serta menarik partisipasi investor ritel maupun institusi.
Source: Republika February 04, 2026 15:49 UTC