"Dari proses seleksi ini semestinya melahirkan kepemimpinan politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak dan birokrasi yang melayani publik," ujar Farouk dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (5/2). Menurutnya, sistem demokrasi yang berjalan saat ini masih melahirkan elite-elite politik yang belum berdampak fundamental untuk pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara. Karena itu, Farouk berharap elemen yang ada di negara ini bisa bersama-sama membentuk demokrasi yang sejati, bukan demokrasi semu. “Demokrasi yang Ada Saat Ini Masih Semu. “Perlu ada pemotongan struktur birokrasi agar masyarakat tidak di bebani kebutuhan tanda tangan yang terlalu banyak,” pungkasnya.
Source: Jawa Pos February 05, 2018 11:26 UTC