Di tengah situasi politik sekarang, pelaku bisa datang dari banyak kemungkinanREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, cap radikal tidak tepat disematkan kepada pelaku penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto. Lagi-lagi ini menunjukkan cap radikal tidak tepat disematkan pada pelaku serangan macam ini. Menurut Fahmi, pelaku bisa saja terkait dengan jaringan terorisme. Tapi, dalam kasus ini motif kebencian personal bisa jadi lebih kuat ketimbang isu-isu teror spesifik. Para pelaku teror pun, kata dia, berkaitan dengan isu-isu setempat.
Source: Republika October 11, 2019 18:45 UTC