Kredit: MashableTEMPO.CO, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia menyatakan keamanan konsumen menjadi hal yang paling utama setelah insiden Galaxy Note 7 yang terbakar di beberapa negara, termasuk untuk ponsel anyar Galaxy S8 dan S8+. "Kami melalui delapan titik pengecekan, jauh di atas standar," kata Kepala Pemasaran Produk Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant, usai peluncuran galaxy S8 dan S8+ di Jakarta, Selasa. Menurut Denny, pada umumnya ponsel dites dua hingga tiga kali.Setelah komponen baterai Galaxy S8 dan S8+ dirakit, Samsung mengetes siklus pengisian ulang daya berkali-kali sebelum mengecek ketahanan baterai. Baca:Menurut Denny, pada umumnya ponsel dites dua hingga tiga kali.Setelah komponen baterai Galaxy S8 dan S8+ dirakit, Samsung mengetes siklus pengisian ulang daya berkali-kali sebelum mengecek ketahanan baterai.Baca: Samsung Galaxy S8 dan S8+ Resmi Masuk Indonesia, Cek Harganya Tes ketahanan baterai mencakup pengecekan bagian dalam dengan temperatur ekstrim. Samsung melakukan "disassembling test", memisahkan baterai untuk mengecek kualitas, termasuk memeriksa kondisi sambungan tab baterai dan pita perekat.
Source: Koran Tempo May 02, 2017 10:52 UTC