JAKARTA, KOMPAS.com - Matahari yang terik tak menganggu Budi (37) berjualan tisu di lobi Pasar Mayestik, Jumat (12/10/2018). Dengan kursi rodanya yang kecil, Budi sudah berkeliling Pasar Mayestik setidaknya lima kali sejak pagi. "Tapi masih mending jualan begini, dari pada tidur atau menadahkan tangan (mengemis), sama-sama capek juga," kata Budi berkelakar. Baca juga: Cerita Jusuf Hamka, Pendiri Warung Nasi Kuning Rp 3.000 Makan SepuasnyaSebelum berjualan tisu, Budi biasa mengemis di Ibu Kota. Ketimbang mengemis, Budi memilih mencari nafkah dengan cara lebih baik meskipun memiliki keterbatasan.
Source: Kompas October 13, 2018 00:00 UTC