TEMPO.CO, Bandung - Doktor termuda Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Grandprix Thomryes Marth Kadja, punya cerita menarik tentang alasan orang tuanya memberikan nama yang terdengar aneh itu. Grandprix menghasilkan riset zeolit sintesis yang unggul. Setidaknya, ada tiga keunggulan zeolit sintesis itu dari peneliti muda ini. Namun zeolit yang digunakan Grandprix, jenis sintesis material alaminya harus diolah dulu untuk mendapatkan bahan kimia khusus untuk industri petrokimia. Pengolahan zeolit sintesis itu, kata doktor termuda Indonesia itu, umumnya memakan waktu empat hari dengan pemanasan di dalam reaktor baja bersuhu 150 derajat Celsius.
Source: Koran Tempo September 23, 2017 12:49 UTC