Janji manis uang bisa digandakan membuat santri Dimas Kanjeng yang mengurusi lembaga pendidikan ini “lupa diri” dan “hilang akal”. “Uang itu milik lembaga pendidikan saya yang saya pinjam. Padahal dia sering mendengar, santri Dimas Kanjeng selalu dapat barang-barang di atas supaya uangnya bisa digandakan, bisa kembali berlipat-lipat. Saya sekarang sudah tidak percaya pada cerita bahwa Dimas Kanjeng punya kehebatan mendatangkan uang ghaib meski uang asli,” lanjutnya. Tak hanya itu, koordinator yang dia setor mahar juga terpaksa tetap menjadi koordinator karena santri yang menjadi pengikutnya terus menagih.
Source: Kompas October 17, 2016 05:03 UTC