Aktris senior Christine Hakim menghadiri pameran mural dan instalasi yang bertajuk "Para Perempuan Kartini" di Gedung TEMPO, Jakarta, 4 Maret 2017. TEMPO/Rully KesumaTEMPO.CO, Jakarta -Aktris senior Christine Hakim menilai film bertema politik jarang ditemui di Indonesia karena masih terdapat kendala dalam proses pembuatannya. Christine mencontohkan sutradara Eros Djarot yang ingin membuat film tentang permasalahan sosial politik namun didemo oleh Front Pembela Islam (FPI). "Itu mas Eros mau bikin film yang mengangkat permasalahan sosial politik, FPI yang nyetop, yang mendemo," kata pemeran film "Badai Pasti Berlalu" itu. "Saya tidak berminat buat film politik, saya tidak dekat dengan film politik, saya lebih ke psikologis," kata sutradara film pendek "Prenjak" itu.
Source: Koran Tempo September 23, 2017 09:45 UTC