TEMPO.CO, Beijing – Pemerintah Cina mengatakan pria yang disebut sebagai mata-mata dan membelot ke Australia sambil membawa banyak informasi intelijen sebagai buron dan pengangguran penipu. Media asal Australia, The Age, seperti dilansir Reuters, menyebut pria bernama Wang Liqiang itu membawa sejumlah informasi penting soal operasi intelijen Cina di Taiwan, Hong Kong dan Australia. Pernyataan pemerintah Cina ini disampaikan oleh kepolisian Shanghai, yang menyebut pria berusia 26 tahun itu terlibat kriminalitas dalam impor mobil. Polisi sedang menyelidiki kasus Wang ini dan menemukan paspor Cina dan dokumen kependudukan Wang di Hong Kong sebagai dokumen palsu. Menurut media Australia, Wang memberikan penjelasan tersumpah kepada lembaga intelijen Australia ASIO pada Oktober 2019.
Source: Koran Tempo November 24, 2019 10:52 UTC