REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Agenda hilirisasi mineral nasional dinilai belum boleh berhenti pada tahap produk antara seperti aluminium ingot, nickel matte, maupun feronikel. Dalam kerangka Kebijakan Energi Nasional (KEN), hilirisasi harus berlanjut hingga industri final agar benar-benar menghadirkan nilai tambah, memperkuat kedaulatan energi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Yudha menegaskan, mineral dan batubara bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan enabler utama transisi energi dan industrialisasi nasional. Satya menjelaskan subsektor minerba diposisikan sebagai strategic enabler dalam tiga pilar besar PP KEN, yakni transisi energi, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi. Untuk bauksit, cadangan mencapai 2,9 miliar ton, sementara timah tercatat 6,4 miliar ton atau 24,3 persen cadangan global.
Source: Republika February 28, 2026 09:45 UTC