“Jadi ini membutuhkan upaya gabungan dari pemerintah dunia usaha termasuk juga masyarakat akademisi untuk sama-sama kolaborasi untuk meningkatkan kelas UMKM,” papar Sandi. Lebih lanjut, Sandi meminta pemerintah untuk turut menyelamatkan UMKM terdampak buruk oleh pandemi Covid-19. Sebab, sekitar 47 persen UMKM di dalam negeri dinyatakan telah gulung tikar setelah cashflow bisnis terganggu. “Ini berat tentunya, para pelaku UMKM menjerit. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh keruntuhan sektor UMKM ialah melonjaknya penurunan masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke kelas bawah.
Source: Jawa Pos June 28, 2020 09:22 UTC