Kemarin (8/1) Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan ada delapan pemain badminton Indonesia yang terlibat pengaturan skor. BWF mempersilakan atlet-atlet tersebut mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari sejak keputusan itu dibuat. Misalnya, yang terjadi di Hongkong Open 2016, Macau Open 2016, Syed Modi International Badminton Championships 2017, Thailand Open 2017, Chinese Taipei Open 2017, New Zealand Open 2017, dan Vietnam Open 2017. WB itu menyebut pernah ditawari hal yang sama pada turnamen Scottish Open 2015 dan US Open 2017. ”Bisa dipastikan, delapan pemain yang dihukum BWF tersebut bukan pemain penghuni pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur,” tegas Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI Broto Happy dalam keterangan resminya.
Source: Jawa Pos January 09, 2021 03:20 UTC