Kelompok hak asasi manusia dari kalangan oposisi mencatat hingga Minggu 11 Januari 2026, lebih dari 500 orang tewas dalam aksi unjuk rasa menentang rezim ulama Republik Islam di Iran, dan lebih 10 ribu orang ditangkap. Protes yang meluas di seluruh Iran membuat Teheran mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump tangan atas nama para demonstran. Rezim Mullah DitekanMeskipun otoritas Iran telah mengatasi protes sebelumnya, aksi protes terbaru terjadi ketika Teheran masih pulih dari perang tahun lalu. Televisi pemerintah Iran menyiarkan prosesi pemakaman di kota-kota bagian barat seperti Gachsaran dan Yasuj untuk personel keamanan yang tewas dalam protes. Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang tinggal di AS dan didukung oleh Israel, mengatakan Trump telah mengamati "keberanian yang tak terlukiskan" dari rakyat Iran.
Source: Koran Tempo January 12, 2026 11:15 UTC