REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lonjakan investasi China pada sektor mineral kritis global telah mendorong pertumbuhan industri nikel Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi nikel dan rantai pasok baterai kendaraan listrik. Namun, selain menghasilkan manfaat ekonomi, masifnya pertumbuhan industri nikel di Tanah Air juga menimbulkan dampak lingkungan serius. Negara-negara di belahan Bumi bagian selatan (Global South), termasuk Indonesia, menjadi fokus investasi terbaru China. Masifnya investasi China di industri pengolahan nikel tak lepas dari adanya kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel mentah yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014. Kombinasi kebijakan tersebut dan gencarnya investasi China mendorong Indonesia menjadi produsen nikel terbesar di dunia, dengan kepemilikan 22 persen cadangan nikel dunia.
Source: Republika March 19, 2026 10:45 UTC