Washington, Beritasatu.com- Dua mantan pegawai Twitter didakwa di Amerika Serikat (AS) karena menjadi mata-mata untuk Arab Saudi. Dakwaan, yang disampaikan di San Francisco, Rabu (6/11), menyebut agen-agen Saudi mencari informasi pribadi tentang para pengguna Twitter termasuk yang diketahui sebagai pengkritik pemerintahan Saudi. Surat kabar The New York Times menyebut dakwaan ini pertama kalinya bagi warga Saudi yang melakukan mata-mata di wilayah AS. Sementara itu, Alzabarah, mantan teknisi Twitter, didakwa mengakses data pribadi lebih dari 6.000 pengguna media sosial itu pada 2015 setelah direkrut oleh agen-agen Saudi. Dia memakai hak daring untuk Firefox dari mesin windows.”Alzabarah dikonfrontasi oleh para pengawasnya dan diberikan cuti sebelum melarikan diri ke Arab Saudi bersama istri dan putrinya.
Source: Suara Pembaruan November 08, 2019 13:50 UTC