Ayahnya menganggap kondisi yang dialami Galuh sebagai kutukan, hingga menitipkannya kepada pengasuh di kampung halaman ibunya di Sidoarjo, Jawa Timur. Lama kelamaan, Galuh menyimpan kekecewaan bukan lagi pada ayahnya, melainkan pada agama yang dipeluk orang tuanya itu. Di SMP, Galuh memiliki kawan yang memeluk Kristen. Di ruang guru, Galuh dinasihati untuk segera meninggalkan pekerjaannya di sebuah klub malam. Mendapatkan kesan tentang pribadi dan sifat-sifat itu, Galuh mulai tertarik untuk mengenal Islam—agama yang dipeluk sang guru.
Source: Republika August 08, 2022 01:05 UTC