Petkovic mengaku sedih dengan kegagalan Xhaka, namun kesedihan yang dirasakannya tak sebatas untuk Xhaka melainkan seluruh timnas Swiss yang gagal melangkah lebih jauh. Minggu, 26 Juni 2016 | 03:40 WIBPemain Swiss Granit Xhaka, bertepuk tangan usai pertandingan Grup A melawan Swiss di Parc des Princes, Paris, 15 Juni 2016. Kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik, namun adu penalti tak ubahnya permainan roulette," ujarnya. "Para pemain sudah memberikan segenap kemampuan di lapangan, namun kami melakukan kesalahan dan harus membayar mahal untuk itu. Setelah tertinggal oleh gol Jakub Blaszczykowski, Swiss sukses menyamakan kedudukan lewat gol spekatkuler Xherdan Shaqiri namun takluk di adu penalti lantaran eksekusi Granit Xhaka yang melenceng jauh dari sasaran.
Source: Koran Tempo June 25, 2016 20:37 UTC