Datang, lusuh membawa harapanMengadu, belas kasihan di tonjolkanKeluh, kesah, bertubi-tubi di ucapkanBahkan merendahkan diri untuk sebuah permohonan. Aku punya rasa, aku punya hatiDengan segala kekuranganku ku ulurkan tanganHanya niat membantu agar bisa majuAku, tak berharap apa-apa kecuali dia bangkit dan majuHari-hari deburan ombak jadi saksiBahkan nyamuk-nyamuk malam pun jadi saksiTotalitas ku kerahkan dari segala penjuru arah. Namun sayang, karakternya sulit untuk dirubahBeribu alasan jadi pembenaranKeluh kesah jadi kewajibanEndan! Hilang, lusuh, membawa sombongLemah tak berakalBuruk tak terpujiKarakter yang rusakSengkuni jadi peranLupa diri, Tuhankan EgoLihat Puisi SelengkapnyaBeri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE KIRIM Belum ada komentar.
Source: Kompas October 02, 2022 01:33 UTC