Dirjen Kebudayaan: Sekolah Jaga Anak dari Doktrin Anti-PancasilaMinggu, 06 Agustus 2017 | 16:43 WIBDirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. TEMPO/Aditia NoviansyahTEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menilai sekolah publik sebagai tempat yang tepat untuk menjaga cara berpikir anak-anak yang tinggal di lingkungan organisasi masyarakat anti-Pancasila. "Kalau anak-anak ini sekolah, mereka akan masuk sekolah publik dan itu jelas (materi pembelajarannya) dari Kementerian," ujar Hilmar saat menghadiri festival anak BhinneArt di Lobi Mall F(x), Senayan, Jakarta, Ahad, 6 Agustus 2017, mengenai penanganan masuknya paham anti-Pancasila. Baca pula:Maarif Institute: Sekolah Selama Ini Permisif Ideologi Berbahaya"Ada kebebasan berpikir, kita jamin hak-hak itu. Ormas yang resmi dicabut status hukumnya pada Juli 2017 itu dianggap mempromosikan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Source: Koran Tempo August 06, 2017 09:45 UTC