Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, mengatakan dokumen tersebut mendorong imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina, sehingga merugikan warga negeri itu. RAMALLAH, KOMPAS.com - Para pejabat Palestina mengatakan, mereka berencana untuk menuntut Inggris terkait Deklarasi Balfour 1917 yang menjabarkan visi tanah air bagi umat Yahudi di Palestina. "Para pemimpin Palestina tidak pernah tertarik pada perdamaian sudah sejak lama," kata Erdan seperti dikutip koran Israel, Haaretz. Riyad Al-Maliki melanjutkan, Palestina akan mengajukan gugatan itu di Mahkamah Internasional. Dalam pidatonya di KTT Liga Arab di Mauritania pada Senin (25/07), Al-Maliki mengatakan Inggris bertanggung jawab atas semua "kejahatan Israel" sejak berakhirnya mandat itu pada 1948.
Source: Kompas July 27, 2016 09:00 UTC