Saat memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim kemarin (17/10), doktor lulusan The American University, Washington DC, itu menegaskan bahwa padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi didirikan untuk kemaslahatan umat. Bahkan dari uang hasil ritual Dimas Kanjeng juga dipakai untuk membangun masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya. Marwah menjadi salah satu saksi kunci dalam penyidikan kasus penipuan dan pembunuhan yang disangkakan kepada Dimas Kanjeng. Dia adalah ketua yayasan padepokan tersebut Beberapa orang dilaporkan terbunuh gara-gara sepak terjang Dimas Kanjeng. Marwah mengaku baru dua bulan bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng dan kini dipercaya sebagai ketua yayasan.
Source: Jawa Pos October 18, 2016 00:56 UTC