Pasalnya dua anak harimau di Kebun Binatang Kota Bukittinggi atau Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) itu mati setelah mengalami sakit sebulan sejak sebelum puasa. Sumber itu menyebutkan, satu anak harimau pertama mati beberapa hari menjelang lebaran lalu, dan satu lagi mati pada Selasa (12/7). “Kedua anak harimau ini sakit sejak beberapa waktu lalu, kira-kira sebulan jelan bulan puasa lalu. Sumber yang didapatkan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) mengatakan, dua anak harimau yang bernama Thamrin dan Sarinah itu mengalami kelainan genetik, serta menderita sakit seperti mencret dan tak bisa berjalan. Akibatnya Kebun Binatang Bukittinggi yang semula sempat memiliki dua ikon baru sejak enam bulan itu, kini tidak kehilangan penghuni barunya tersebut.
Source: Jawa Pos July 16, 2016 04:41 UTC