JawaPos.com - Kerusakan yang terjadi di lingkungan Waduk Cirata tidak hanya disebabkan oleh Keramba Jaring Apung (KJA). Supervisor Pengamanan Aset dan CSR Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Rizki Dwi Pamungkas mengatakan, kerusakan lingkungan cirata sendiri ada dari aktor hulu, dan ada juga memang faktor dari aliran sungai dan kondisi di badan waduk cirata sendiri. Pihaknya juga melihat selain dari kualitas air ada juga yang disebut dengan erosi serta sedimentasi di waduk cirata. Aktifitas di waduk ini selain tadi ikannya, pakannya, juga ada orang yang menunggu keramba ini banyak sekali. Ada 4000 ribu orang yang ada di waduk cirata yang luasnya 6200 hektar.
Source: Jawa Pos May 25, 2017 16:30 UTC