REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memerintahkan personel kepolisian dan militer untuk menghentikan perang mematikan terhadap pengguna dan pengedar narkoba di negaranya. Belum jelas mengapa Duterte memerintahkan hal tersebut. Alasan Duterte memerintahkan perubahan peran aparat kepolisian dalam misinya memberantas pengguna dan pengedar narkoba di negaranya masih gelap. Duterte telah cukup lama menjadi sorotan karena tindakannya yang tak pandang bulu dalam memberantas peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Filipina. Setidaknya 3.900 warga Filipina telah terbunuh dalam operasi pemberantasan narkoba yang diperintahkan Duterte.
Source: Republika October 11, 2017 12:33 UTC