REPUBLIKA.CO.ID, GENEVA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, epidemi Ebola di Kongo diperkirakan akan terus menyebar ke wilayah timur negara itu. Sejak Agustus lalu penyakit itu telah menewaskan sebanyak 1.000 orang dan memicu ketidakpercayaan dan serangan yang sering terjadi pada pusat-pusat medis. WHO berencana untuk memperluas vaksinasi di bagian Republik Demokratik Kongo dalam beberapa minggu mendatang setelah perawatan baru oleh Johnson & Johnson disetujui. Vaksin Johnson & Johnson akan dikerahkan di luar lingkaran di daerah sekitarnya untuk melindungi orang dari infeksi, "Ini sebagai cara meletakkan penghalang terhadap virus," kata Ryan. Milisi menyerang sebuah rumah sakit yang merawat pasien Ebola dua pekan lalu, membunuh seorang ahli epidemiologi senior WHO dan melukai dua lainnya.
Source: Republika May 03, 2019 18:00 UTC