REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet menilai, data-data inflasi pada tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik memperkuat sinyal pelemahan daya beli. Inflasi tahunan yang hanya 2,72 persen serta inflasi inti yang menurun menjadi 3,02 persen sejalan dengan data-data lain yang mencerminkan pelemahan daya beli. Di antaranya, purchasing manager index (PMI), inflasi dari sektor transportasi, serta fenomena deflasi di daerah-daerah yang masyarakatnya merayakan Hari Natal. Namun, memasuki 2019, inflasi kelompok tersebut turun signifikan ke level 0,17 persen dan hanya memberikan andil inflasi 0,02 persen. Jadi ini indikasi kuat ada kecenderungan pelemahan daya beli," katanya.
Source: Republika January 02, 2020 21:56 UTC