Huda menyampaikan realisasi penerimaan negara mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dan hanya mencapai 91,7 persen dari target APBN. “Penurunan tersebut disumbang oleh kinerja penerimaan pajak yang mengalami shortfall,” ujar Huda di Jakarta, Jumat (9/1/2026). Huda mengatakan, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai 87,6 persen dan turun sebesar Rp 14 triliun atau 0,7 persen dibandingkan 2024. “Penerimaan pajak yang buruk disumbang oleh penurunan penerimaan PPN dan PPNBM yang turun hingga 4,6 persen atau berkurang Rp 38,3 triliun,” ucap Huda. Penurunan penerimaan pajak memberikan gambaran anomali terkait perekonomian kita yang melemah,” sambung Huda.
Source: Republika January 09, 2026 12:31 UTC