REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah (Jateng) menilai, langkah Pemprov Jateng mengusulkan kawasan Gunung Slamet sebagai taman nasional telat dilakukan. Hal itu karena ekosistem di wilayah tersebut telah rusak akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dan aktivitas pertambangan. Manager Media dan Kampanye Walhi Jateng, Azalya Tilaar, mengatakan langkah Pemprov Jateng mengusulkan kawasan Gunung Slamet sebagai taman nasional kurang efektif. "Sudah beredar juga foto satelit Gunung Slamet, di mana terlihat banyak aktivitas pertambangan dan deforestasi yang terjadi di sana," ujarnya. Dia menjelaskan, berdasarkan kajian Walhi Jateng yang berlangsung sejak 2023 hingga 2026, wilayah Jateng berpotensi menghadapi bencana hidrometeorologi dua kali dalam setahun.
Source: Republika January 31, 2026 11:42 UTC