JawaPos.com – Kinerja ekspor yang tertekan membuat neraca dagang susah keluar dari defisit. “Dengan kondisi itu, neraca perdagangan pada September tercatat defisit USD 160 juta. Ekspor migas sepanjang tahun ini turun 25,27 persen, pengolahan turun 3,39 persen, pertambangan dan lainnya turun 17,41 persen. Ekonom Indef Faisal Basri menegaskan, defisit neraca dagang September menjadi catatan merah untuk pemerintahan Jokowi di periode pertama. Sektor nonmigas defisit USD 16,57 juta, sedangkan migas USD 322,02 juta.
Source: Jawa Pos October 15, 2019 23:03 UTC