REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK—Sebuah gelombang baru dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS dalam apa yang dikenal sebagai “Berkas Epstein” mengungkap rekaman suara yang digambarkan sebagai “berbahaya”. Momen tersebut mempertemukan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dengan miliarder yang dihukum karena kejahatan seksual Jeffrey Epstein, mengungkap pembicaraan untuk membawa satu juta orang dari negara-negara berbahasa Rusia ke Israel. Rekaman yang tidak bertanggal itu mengungkapkan, Barak secara terbuka berbicara kepada Epstein tentang kebutuhan Israel akan satu juta orang Rusia tambahan untuk membawa perubahan dalam struktur negara. Barak menganggap angka tersebut cukup untuk membawa perubahan yang sangat dramatis di Israel, tidak hanya pada tingkat demografis, tetapi juga dalam struktur ekonomi dan budaya masyarakat Israel. SelektivitasMenurut bocoran tersebut, Barak menekankan selama percakapan bahwa Israel dapat dengan mudah menampung jumlah tersebut, tetapi dia menekankan perlunya pihak berwenang untuk lebih selektif daripada yang dilakukan pada gelombang imigrasi sebelumnya.
Source: Republika February 05, 2026 13:30 UTC