Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengungkapkan, pihaknya tidak setuju apabila mapel tersebut dihapuskan. ”Di SMK itu yang kita kritisi, kalau mapel itu dihilangkan, itu mereka hanya jadi robot-robot pekerja yang lupa dari sejarah bangsanya. Kata dia, jika di jenjang SMK dihilangkan mapel sejarah, otomatis mereka akan terlepas dari sejarah bangsanya. ”Sertifikasi mereka terancam, jika pelajaran sejarah dihilangkan dan dibatasi, guru-guru khawatir tunjangan sertifikasi itu dihilangkan,” jelas Satriawan Salim. Sejarah di SMK itu dihilangkan, SMA dia menjadi mapel pilihan, lebih dibatasi, di SMA mapel sejarah itu dibatasi, di SMK memang hilang,” terang Satriawan Salim.
Source: Jawa Pos September 20, 2020 13:35 UTC