REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Facebook menyatakan, tidak ada yang melaporkan video serangan teror Christchurch, ketika sedang disiarkan secara langsung. "Tidak ada pengguna yang melaporkan video selama siaran langsung," kata dia dilansir dari laman Evening Standard, Selasa (19/3). Selama 29 menit setelah video dimulai, tidak ada yang melaporkannya. "Laporan pengguna pertama pada video asli datang 29 menit setelah video dimulai, dan 12 menit setelah siaran langsung berakhir," ucapnya. Algoritma Facebook menjadi sasaran pengawasan di Selandia Baru, setelah mereka tampaknya gagal mendeteksi fitur-fitur tertentu dari video yang mengganggu.
Source: Republika March 19, 2019 10:07 UTC