“Ini adalah surat cinta kami untuk penonton yang kangen hiburan yang jujur, dekat dengan keseharian, dan tentu saja sangat Indonesia,” imbuhnya. Judul Setannya Cuan dipilih untuk menggambarkan dinamika masyarakat yang kerap terjepit antara tradisi mistis dan tuntutan ekonomi. Dalam film ini, sosok setan tidak semata-mata menjadi figur peneror, melainkan bagian dari ekosistem ambisi manusia yang ingin cepat kaya. “Bahwa terkadang isi dompet yang kosong jauh lebih horor daripada penampakan di pohon beringin,” ungkap Sahrul Gibran. Melalui balutan horor dan komedi, film ini diharapkan mampu menghadirkan hiburan sekaligus refleksi sosial bagi penonton Indonesia.
Source: Jawa Pos January 27, 2026 21:27 UTC