Bagi insan peradilan di bawah naungan Mahkamah Agung, esensi imsak sejatinya melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga hingga azan magrib berkumandang. Namun, bagi insan peradilan di bawah naungan Mahkamah Agung, esensi imsak sejatinya melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga hingga azan magrib berkumandang. Jika puasa Ramadan memiliki waktu berbuka, bagi Artidjo menjaga kesucian profesi (puasa) hingga akhir masa tugasnya. Beliau bukan sekadar menahan lapar, melainkan menahan diri dari hiruk-pikuk lobi perkara yang kerap menggoda nurani seorang hakim. Hal ini, dikarenakan puasa secara syariat adalah menahan diri hingga terbenam matahari, maka menjaga marwah peradilan yakni puasa yang tidak boleh berbuka hingga akhir masa pengabdian.
Source: Republika March 05, 2026 21:10 UTC