Buku karya Herman itu mendapat banyak perhatian hingga olok-olok setelah viralnya kata " Gaj Ahmada". Saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang diadakan di Depok, Sabtu (8/7/2017), Herman menyatakan tidak pernah menulis kata Gaj Ahmada di dalam bukunya. Dalam buku saya Gajah Ahmada," kata Herman. Dalam metodologi Mardi Kawi, Herman berujar penyebutan nama Gaj Ahmada dalam budaya masyarakat Jawa tempo dulu tidak mungkin terjadi. Herman menilai munculnya nama Gaj Ahmada disebabkan adanya kesalahan saat proses produksi buku oleh penerbit terbaru dari buku tersebut.
Source: Kompas July 08, 2017 23:34 UTC